ABU ILA AL-HILIRI ON-LINE

HIDUP HANYA SEKALI DAN BELUM TENTU LAMA, TIDAK ADA YANG MENJAMIN BESOK LUSA MASIH HIDUP, MARI KITA SELALU SHALAT BERJAMAAH DI MASJID SEBELUM DISHALATKAN. MINTA MAAFLAH..,MAAFKALAH SAUDARAMU, MINTA MAAFLAH DAN MAAFKANLAH SAUDARAMU

Laman

  • Beranda
  • biografi
  • album
  • Renungan
  • Kisah-kisah
  • Khutbah Jum'at
  • Artikel Keislaman

Rabu, 26 November 2014



Diposting oleh Unknown di 08.53 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: ALBUMKU
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Komentar (Atom)

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku

Haji 2015

Haji 2015

Haji 2015

Haji 2015

Haji 2015

Haji 2015


















ciater

ciater

mau sekolah

mau sekolah

TIKET PERJALANAN MANUSIA

TIKET PERJALANAN MANUSIA

SUDAHKAH KITA SHALAT BERJAMAAH DIMASJID

Contoh Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda :
Shalat berjamah pahalanya lebih besar dibanding sendirian terpaut 25 derajat, baik dipasar ataupun dirumah, yang demikian itu karena seseorang ketika berwUdhu dengan sempurna, lalu berangkat ke masjid dengan satu tujuan(shalat). Maka setiap langkahnya dinaikan satu derajat dan diampuni satu dosanya hingga menginjak satu masjid, maka sesudah di dalam masjid, dia di catat melakukan shalat selama menunggu shalat, dan didoakan oleh malaikat selama berada di majelis shalatnya.

Adapun doa malaikat sbb: Ya Allah, ampunilah dia, maafkanlah dan kasihanilah ia sepanjang tidak menyakiti dan sebelum berhadast dimajelis itu”(Bukhari-Muslim)”
Maksud hadist tersebut adalah :

· Pahala shalat berjamaah di masjid lebih tinggi 25 derajat (untuk dhuhur & Ashar) dalam riwayat lain 27 derajat (untuk shalat lainnya).
· Hendaknya berwudhu dirumah, sebelum berangkat kemasjid, karena jika keluar rumah sudah dalam keadaan suci (sudah wudhu). Maka setiap langkah menuju masjid,akan ditingkatkan satu derajat dan diampuni dosa.
· Hendaknya datang ke masjid lebih awal (jangan menunggu iqomat), karena selama menunggu waktu iqamat, diberi pahala seperti mengerjakan shalat.
- Didoakan oleh malaikat, agar mendapatkan ampunan dan rahmat dari Allah.

Begitu dahsyatnya keistimewaan shalat berjamaah, betapa ruginya orang yang meninggalkan shalat berjamaah di masjid.
Hidup hanya sekali dan belum tentu lama
mari kita shalat berjamaah di masjid sebelum dishalatkan
"Amal pertama yang dihisab dari seorang hamba di hari kiamat adalah shalat. Dan barangsiapa yang baik (diterima) shalatnya, maka baik (diterima) pula segala amalan yang lain, dan barangsiapa yang rusak (ditolak) shalatnya, maka rusak (ditolak) pula segala amalan lainnya” (HR Thabarani).

HAKEKATNYA MANUSIA ITU LEMAH

BISMILLAH....Pernahkah kt bertny brpkh harga oksigen&nitrogen...jika blm tahu harga oksigen berkisar Rp 25.000/ltr&nitrogen Rp 9.950. kt dlm sehari menghirup 2.880ltr & 11.376ltr nitrogen, nah jika dihargai dng rupiah maka akan mencapai 185 juta/hari/​orang.....SUBHANALLOH jika dihitung kebutuhan kita Rp 5.5 milyar/bulan/​orang..LALU...pernahkah ALLAH meminta kompensasi dr kt??? Sungguh manusia pada hakekatnya sngat lemah dan tidak berdaya...QS annisa 38

RENUNGAN PASUTRI

Suami yang menikahi kamu tidaklah semulia Muhammad Saw tidaklah setaqwa Ibrahim segagah Ali bin abi thalib apalagi setampan Yusup, Justru suamimu hanyalah seorang lelaki biasa yang punya cita-cita ingin membangun rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah dan mempunyai keturunan yang shaleh dan shalehah

Istrimu bukanlah khadijah yang sempurna didalam menjaga bukanlah Hajar yang begitu setia dalam sengsara dan bukan pula Fatimah Azzahra yang begitu tabah dalam derita serta tidak pula secantik Siti Zulaikha. Istri yang menikahi kamu hanyalah seorang wanita biasa yang selalu berusaha dan bercita-cita untuk menjadi Istri shalehah
Tidak ada manusia yang sempurna, setiap manusia di ciptakan oleh Allah memiliki kekurangan dan kelebihan. Menikah bukanlah untuk mencari kesempurnaan tapi untuk melengkapi kekurangannya antara suami Istri



INGIN MULIA MARI SHALAT BERJAMAAH DI MASJID "WANT TO LET NOBLE IN MOSQUE prayer in congregation

Contoh Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda : Shalat berjamah pahalanya lebih besar dibanding sendirian terpaut 25 derajat, baik dipasar ataupun dirumah, yang demikian itu karena seseorang ketika berwUdhu dengan sempurna, lalu berangkat ke masjid dengan satu tujuan(shalat). Maka setiap langkahnya dinaikan satu derajat dan diampuni satu dosanya hingga menginjak satu masjid, maka sesudah di dalam masjid, dia di catat melakukan shalat selama menunggu shalat, dan didoakan oleh malaikat selama berada di majelis shalatnya. Adapun doa malaikat sbb: Ya Allah, ampunilah dia, maafkanlah dan kasihanilah ia sepanjang tidak menyakiti dan sebelum berhadast dimajelis itu”(Bukhari-Muslim)” Maksud hadist tersebut adalah : · Pahala shalat berjamaah di masjid lebih tinggi 25 derajat (untuk dhuhur & Ashar) dalam riwayat lain 27 derajat (untuk shalat lainnya). · Hendaknya berwudhu dirumah, sebelum berangkat kemasjid, karena jika keluar rumah sudah dalam keadaan suci (sudah wudhu). Maka setiap langkah menuju masjid,akan ditingkatkan satu derajat dan diampuni dosa. · Hendaknya datang ke masjid lebih awal (jangan menunggu iqomat), karena selama menunggu waktu iqamat, diberi pahala seperti mengerjakan shalat. - Didoakan oleh malaikat, agar mendapatkan ampunan dan rahmat dari Allah. Begitu dahsyatnya keistimewaan shalat berjamaah, betapa ruginya orang yang meninggalkan shalat berjamaah di masjid. Hidup hanya sekali dan belum tentu lama mari kita shalat berjamaah di masjid sebelum dishalatkan

Mau Pasang Murottal Qs. Al-A'laa Seperti Disini Widget by Abu Iram

Arsip Blog

  • ►  2016 (2)
    • ►  Juli (2)
  • ►  2015 (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (1)
  • ▼  2014 (2)
    • ▼  November (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2013 (30)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (7)
    • ►  Juli (1)
    • ►  April (10)
    • ►  Maret (8)
  • ►  2012 (9)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (5)

NASEHAT KUBUR

Aku adalah tempat yang paling gelap di antara yang gelap,
Maka terangilah aku dengan sholat TAHAJJUD.

Aku adalah tempat yang paling sempit,
Maka LUASKAN aku dengan SILATURAHIM.

Aku adalah tempat yang paling sepi.
Maka RAMAIkanlah aku dengan memperbanyak baca AL-QUR'AN.

Aku adalah tempatnya binatang-binatang yang menjijikan.
Maka racunilah ia dengan Amal SEDEKAH.

Aku yang menyepitkanmu hingga hancur bilamana tidak Sholat.
Maka bebaskan kesempitan itu dengan SOHLAT.

Aku adalah tempat untuk merendammu dengan cairan yang sangat amat sakit, Maka bebaskan rendaman itu dengan PUASA..

Aku adalah tempat Munkar dan Nakir bertanya,
Maka Persiapkanlah jawapanmu dengan Perbanyak mengucapkan Kalimah "LA ILAHA ILALLAH."

'Tiap-tiap Yang bernyawa akan merasai mati, dan bahawasanya pada hari kiamat sahajalah akan disempurnakan balasan kamu. Ketika itu sesiapa Yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke syurga maka Sesungguhnya ia telah berjaya.Dan (ingatlah bahawa) kehidupan di dunia ini (meliputi Segala kemewahannya dan pangkat kebesarannya) tidak lain hanyalah kesenangan bagi orang-orang Yang terpedaya." (Q.S. Ali Imran 185)

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku
free counters Flag Counter

KELUARGA SENYUM


Syeikh Al-Albani Naik Sepeda

Syaikh al-Albani ~rahimahullah~ bercerita:

“Setelah aku membeli sebidang tanah di luar kota, karena harga tanah di sana murah, aku langsung membangun sebuah rumah lengkap dengan toko. Setelah semuanya beres, aku baru sadar bahwa jarak antara rumahku dengan perpustakaan azh-Zhahiriyyah yang sering aku kunjungi lumayan jauh. Dahulu aku bekerja satu atau dua jam di tokoku sebelum perpustakaan itu dibuka.

Kemudian aku membeli sebuah sepeda, sementara itu baru pertama kali penduduk kota Damaskus menyaksikan pemandangan langka seperti ini, yakni seorang Syaikh bersorban naik sepeda. Wajar saja mereka langsung heran dengan pemandangan ini.

Dan pada waktu itu juga ada sebuah majalah yang bernama al-Mudhhik al-Mubkî (lucu yang membuat nangis), yang diterbitkan oleh seorang nasrani. Ternyata dia memasukkan pengalaman ini di majalahnya. Tetapi aku tidak peduli dengan hal remah seperti ini, karena yang paling penting bagiku adalah waktu. “

(Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 47, hal.51)

Artikel: www.majalahislami.com


Tidak Ada

Dua orang yang sedang bertengkar, pergi menghadap Juha yang menjabat sebagai hakim untuk memecahkan masalah yang mereka ributkan.

Orang yang menuntut bertutur menceritakan duduk perkaranya, “Saya melihat terdakwa sedang memikul barang yang sangat berat, karena tidak tahan ia terjatuh di atas tanah. Kemudian ia memohon bantuan saya untuk memikul barangnya. Sebelum saya bantu, saya meminta upah kepadanya, dan ia menjawab, “Upahnya tidak ada.” Saya pun setuju dengan upah yang dia sebutkan, maka akhirnya saya bantu dia memikul barangnya sampai ke tempat tujuan.

Sekarang ini saya menuntut kepadanya agar memberikan upah yang ia janjikan yaitu “tidak ada”, tapi dia tidak mau memberikannya kepada saya.”

Juha berkata, “Tuntutanmu benar wahai anakku. Sekarang coba kamu mendekat kepadaku dan angkatlah buku yang ada di atas mejaku ini!”

Ketika si penuntut melakukan apa yang diminta oleh Juha, Juha pun bertanya kepadanya, “Apa yang kamu temukan di bawah buku yang kamu angkat?”

Si penuntut menjawab, “Tidak ada”

Maka Juha berkata, “Ambillah, dan kemudian pergilah kamu dari sini.”

Mahalnya Air

Suatu ketika Juha sedang berjalan di padang pasir yang terik, dia merasa sangat haus. Kebetulan dia bertemu seseorang yang membawa sewadah air. Juha ingin membeli air tersebut, tetapi orang itu tidak mau menjualnya kecuali dengan harga lima dirham, Juha terpaksa membayarnya. Juha kebetulan juga membawa makanan yang cukup banyak, maka dia berkata kepada orang tersebut, “Apakah kamu ingin makan? Orang itu menjawab, “Bawa ke sini.” Maka Juha memberikan makanan kepada orang tadi hingga dia kenyang. Namun setelah makan orang tersebut merasa haus dan ingin minum. Karena sudah tidak punya air dia berkata kepada Juha, “Berilah aku seteguk air saja.” Juha lalu berkata, “Seteguk air harganya lima dirham.” Orang tersebut terpaksa membayar lima dirham untuk menghilangkan rasa hausnya. Maka lima dirham milik Juha kembali lagi ke tangan sedangkan dia masih memiliki persediaan air.


www.alsofwah.or.id
Tema Kelembutan. Diberdayakan oleh Blogger.